ulfah aisyah

ulfah aisyah
wanita yang selalu memberi semangat buatku

Rabu, 22 Juni 2011

sensus penduduk tahun 2010 di kota banjarmasin

Kota Banjarmasin
—  Kalimantan Nuvola single chevron right.svg Kalimantan Selatan  —
Lambang Kota Banjarmasin
Lambang
Motto: Kayuh Baimbai
Banjar: Mendayung Bersama-sama
Lokasi Kota Banjarmasin di Pulau Kalimantan
Kota Banjarmasin terletak di Indonesia
Kota Banjarmasin
Lokasi Kota Banjarmasin di Pulau Kalimantan
Koordinat: 3°18′51.78″S 114°35′33.05″E
Negara  Indonesia
Hari jadi 24 September
Pemerintahan
 - Wali kota Muhidin
 - DAU Rp. 444.635.637.000,- (2011)[1]
Luas [2]
 - Total 98,46 km2
Populasi (2010)
 - Total 625.395
 Kepadatan 8.606/km²
Demografi
 - Agama Islam dan agama lainnya
 - Bahasa Banjar, Indonesia
Zona waktu WITA
Kode telepon +62 511
SNI 7657:2010 BJM
Kecamatan 5
Desa/kelurahan 51
Pelabuhan Trisakti[3]
Flora resmi Kasturi (Mangifera Casturi)
Fauna resmi Bekantan (Nasalis Larvatus)
Situs web http://www.banjarmasinkota.go.id
Pusat Kota Banjarmasin (Resident de Haanweg)
Kota Banjarmasin adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Banjarmasin merupakan bandar pelabuhan terpenting di pulau Kalimantan.[4] Pelabuhan kota Banjarmasin adalah pelabuhan Trisakti yang terletak 12,5 mil dari muara sungai Barito.[5]
Dalam bahasa Jawa, Banjarmasin berarti taman asin[6][7], sedangkan sejarah Jawa Barat mencatat nama Banjarmasin berasal dari keluarga keraton Kerajaan Mahasin di Singapura yang mengungsi ke daerah Banjar karena serangan Sriwijaya kemudian berdirilah Kerajaan Banjar Mahasin[8], namun nama asli kota Banjarmasin adalah Banjar-Masih[9], pada tahun 1664 orang Belanda masih menulisnya Banjarmasch atau Banzjarmasch.[10] Banjarmasin pernah menjadi ibukota Dutch-Borneo.[11]
Penyebutan Banjarmasin yang pernah digunakan:
  • Benjar[12]
  • Benjarsen atau Benjar-mausen[13]
  • Bandjermassing[14]
  • Bandjer Massing[15]
  • Banjer-massinsch[16]
  • Banjarmassing[17]
  • Bandjarmassingh[18][19]
  • Bandjermasin[20][21]
  • Bandjermassin[22]
  • Banjer Massin[23]
  • Banjermassin[24][25]
  • Banjermasin[26]
  • Banjermasing[27]
  • Banjermassing[28]
  • Banjir Massin[29]
  • Banjar Massen[30]
  • Benjar-Maffen[31][32]
  • Banjar Maffeen[33][34][35][36]
  • Banjermaffing[37][38][39]
  • Benjar-Massing[40]
  • Banjar Massin[41]
  • Banjarmassin[42]
  • Banjarmassim[43]
  • BAGNAR MESSIN[44]
  • Bandjermasinsche[45]
  • Bandjarmassin[46][47]
  • Bandjar Masin[48]
  • Bandermachri
  • Bengermarssin
  • Bender Massin/Bandermassin[49][50]
  • Beniar atau Bendermassin[51][52]
  • Benjermasin
  • Bendermassing[53]
  • Tathalmasin[54]
  • Nama lain kota Banjarmasin adalah kota Tatas diambil dari nama pulau Tatas, yaitu delta yang membentuk wilayah kecamatan Banjarmasin Barat dan sebagian Banjarmasin Tengah yang dahulu sebagai pusat pemerintahan Residen Belanda.[55]
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sedang mempersiapkan perpindahan pusat perkantoran Pemprov Kalsel ke kota Banjarbaru pada lokasi yang agak tinggi dan berjarak 50 km di sebelah tenggara kota Banjarmasin. Departemen Pekerjaan Umum juga sedang mempersiapkan 5 daerah kab/kota sebagai Kawasan Strategis Nasional yaitu Kawasan Perkotaan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut sebagai calon kota "metropolitan" yang ke-9 yang dinamakan Banjar Bakula[56][57][58] dengan total luas 12.073,11 km² atau 16,3 x luas Jakarta.

Geografis

Kota Banjarmasin terletak pada 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur Timur, ketinggian tanah asli berada pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang. Kota Banjarmasin berlokasi daerah kuala sungai Martapura yang bermuara pada sisi timur sungai Barito. Letak Kota Banjarmasin nyaris di tengah-tengah Indonesia. Kota Banjarmasin dibelah oleh sungai Martapura dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan.
Menurut data statistik 2001 dari seluruh luas wilayah Kota Banjarmasin yang kurang lebih 72 km² ini dapat dipersentasikan bahwa peruntukan tanah saat sekarang adalah lahan tanah pertanian 3.111,9 ha, perindustrian 278,6 ha, jasa 443,4 ha, pemukiman adalah 3.029,3 ha dan lahan perusahaan seluas 336,8 ha. Perubahan dan perkembangan wilayah terus terjadi seiring dengan pertambahan kepadatan penduduk dan kemajuan tingkat pendidikan serta penguasaan ilmu pengetahuan teknologi.

Batas wilayah

Batas-batas wilayah Kota Banjarmasin adalah sebagai berikut:
Utara Sungai Alalak (seberangnya kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala)
Selatan Kabupaten Banjar (kecamatan Tatah Makmur)
Barat Sungai Barito (seberangnya kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala)
Timur Kabupaten Banjar (kecamatan Sungai Tabuk dan Kertak Hanyar)

Fungsi dan penggunaan tanah

Tanah aluvial yang didominasi struktur lempung adalah merupakan jenis tanah yang mendominasi wilayah Kota Banjarmasin. Sedangkan batuan dasar yang terbentuk pada cekungan wilayah berasal dari batuan metaforf yang bagian permukaan ditutupi oleh kerakal, kerikil, pasir dan lempung yang mengendap pada lingkungan sungai dan rawa.
Penggunaan tanah di Kota Banjarmasin tahun 2003 untuk lahan pertanian seluas 2.962,6 ha, industri 278,6 ha, perusahaan 337,3 ha, jasa 486,4 ha dan tanah perumahan 3.135,1 ha. Dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya lahan pertanian cenderung menurun, sementara untuk lahan perumahan mengalami perluasan sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.[59]Luas optimal Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebuah kota adalah 30% dari luas kota,[60] sedangkan kota Banjarmasin hanya memiliki 10 sampai 12% RTH saja.[61]
Iklim
Kota Banjarmasin beriklim tropis dimana angin muson barat bertiup dari Benua Asia melewati Samudera Hindia menimbulkan musim hujan, sedangkan angin dari Benua Australia adalah angin kering yang berakibat adanya musim kemarau.
Curah hujan yang turun rata-rata per tahunnya kurang lebih 2.400 mm dengan fluktuasi tahunan berkisar antara 1.600-3.500 mm, jumlah hari hujan dalam setahun kurang lebih 150 hari dengan suhu udara yang sedikit bervariasi, sekitar 26 °C.
Kota Banjarmasin termasuk wilayah yang beriklim tropis. Angin Muson dari arah Barat yang bertiup akibat tekanan tinggi di daratan Benua Asia melewati Samudera Hindia menyebabkan terjadinya musim hujan, sedangkan tekanan tinggi di Benua Australia yang bertiup dari arah Timur adalah angin kering pada musim kemarau. Hujan lokal turun pada musim penghujan, yaitu pada bulan-bulan November–April. Dalam musim kemarau sering terjadi masa kering yang panjang. Curah hujan tahunan rata-rata sampai 2.628 mm dari hujan per tahun 156 hari. Suhu udara rata-rata sekitar 25 °C - 38 °C dengan sedikit variasi musiman. Fluktuasi suhu harian berkisar antara 74-91%, sedangkan pada musim kemarau kelembabannya rendah, yaitu sekitar 52% yang terjadi pada bulan-bulan Agustus, September dan Oktober.

Sungai

Siring tepian sungai Martapura di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin (bekas Benteng Tatas) merupakan waterfront Banjarmasin
Sungai menjadi bagian yang terpisahkan dari Kota Banjarmasin sehingga Banjarmasin mendapat julukan "kota seribu sungai" meski sungai yang mengalir di Banjarmasin tak sampai seribu. Sungai menjadi wadah aktivitas utama masyarakat zaman dahulu hingga sekarang, utamanya dalam bidang perdagangan dan transportasi. Data dari Dinas Kimprasko Banjarmasin menunjukkan pada 1997 di Ibu Kota Kalimantan Selatan itu terdapat 117 sungai, kemudian pada 2002 berkurang menjadi 70 sungai, lalu pada 2004 sampai sekarang hanya tinggal 60 sungai.[62]
Berikut adalah beberapa nama sungai yang mengaliri Kota Banjarmasin.
Catatan: Tabel di bawah belumlah lengkap.
No Nama sungai[63] Panjang (km) Daerah yang dialiri No Nama sungai Panjang (km) Daerah yang dialiri[64]
1 Barito 11,50 Banjarmasin bagian barat 25 Pengambangan 1,10 Banua Anyar dan Pengambangan
2 Martapura 17,00 Sepanjang kota Banjarmasin 26 Kerokan 0,63
3 Anjir Mulawarman 2,90
27 Guring  ??
4 Kuin 3,10 Kuin Utara, Kuin Selatan, Pangeran, Pasar Lama 28 Jingah  ?? Sungai Jingah
5 Pangeran 3,30 Pangeran 29 Tapekong  ?? Sepanjang Jl. Veteran
6 Pelambuan 1,38 Pelambuan 30 Pulantan  ?? Pemurus Dalam
7 Alalak 11,90 Kawasan Alalak 31 Banguntan  ?? Basirih
8 Basirih 1,50 Basirih Selatan 32 Saka Mangkok  ?? Mantuil
9 Andai 2,10 Sungai Andai 33 Halinau  ?? Mantuil
10 Teluk Dalam 2,20 Teluk Dalam 34 Gardu  ?? Sungai Lulut
11 Duyung 2,02
35 Gudang  ?? Pemurus Dalam
12 Banyiur SP 2,00
36 Bengao  ?? Kelayan Timur dan Kelayan Selatan
13 Pekapuran 2,54 Kawasan Pekapuran 37 Simpang Jalar  ?? Basirih Selatan
14 Pemurus 0,30 Kawasan Pemurus 38 Banyun  ??
15 Miai 1,25
39 Jarak  ?? Kuin Utara
16 Awang 1,60
40 Skip  ?? Kelayan Selatan
17 Tatah Belayung 2,60 Tanjung Pagar 41 Jeruju  ?? Alalak Tengah
18 Kelayan 4,40 Kawasan Kelayan 42 Bayuan  ?? Alalak Tengah
19 Simpang Jelai 2,30
43 Siuding  ?? Kuin Utara
20 Liang Anggang 1,50
44 Pandai  ?? Kuin Utara
21 Pekauman  ??
45 Beruntung  ??
22 Mawar  ?? Mawar 46 Belitung  ??
23 Keramat  ??
47 Kuripan  ?? Kuripan
24 Tatas  ??
48 ... ...

Demografi

Pasar tradisional di Banjarmasin pada zaman Belanda.
Kota Banjarmasin terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:
  1. Banjar Barat: 13,37km²
  2. Banjar Selatan: 20,18 km²
  3. Banjarmasin Tengah: 11,66 km²
  4. Banjar Timur: 11,54 km²
  5. Banjar Utara: 15,25 km²
Jumlah penduduk di wilayah ini dapat diperincikan sebagai berikut:
Tabel Jumlah Penduduk Banjarmasin tahun 2010
Nomor↓ Kecamatan↓ Luas (km²)↓ Jumlah Penduduk (jiwa)↓ Kepadatan (jiwa/km²)↓
1 Banjar Selatan 20,18 150.221 7.444
2 Banjar Timur 11,54 118.278 10.249
3 Banjar Barat 13,37 149.753 11.201
4 Banjarmasin Tengah 11,66 114.584 9.827
5 Banjar Utara 15,25 94.409 6.209

Perkembangan populasi penduduk Banjarmasin.
No.↓ Tahun↓ Populasi↓
1 1780 [66] 2.300 jiwa
2 1920[67] 41.661 jiwa
3 1930[68][67] 57.822 jiwa
4 1990[69] 481.371 jiwa
5 2000[70][71] 527.724 jiwa
6 2005[69] 589.115 jiwa
7 2010[72] 625.395 jiwa

Penguasa

Penguasa Kota Banjarmasin:
  • Patih Masih
  • Sultan Suriansyah
  • Sultan Rahmatullah
  • Sultan Mustainbillah
  • Sultan Agung
  • Pangeran Abdullah bin Sultan Muhammadillah
  • Pangeran Dupa[73]
  • Sultan Muda Abdurrahman
  • Pangeran Tamjidullah II

Suku bangsa

Menjelang perang Banjarmasih-Negara Daha, penduduk Banjarmasin dan sekitarnya hanya 5.000 ditambah 1.000 pedagang berhadapan dengan tiga laksa (30.000) penduduk Negara Daha, belakangan dengan tambahan pasukan asing Banjarmasih memiliki empat laksa personil pasukan. Pasca Perang Banjarmasih-Negara Daha tahun 1526, penduduk Banjarmasin terdiri atas penduduk yang lama, penduduk yang diangkut dari Negara Daha dan Bandar Muara Bahan serta penduduk yang datang belakangan.[9] Perang Makassar (1660-1669) menyebabkan banyak pedagang (Melayu-Bugis) pindah dari Somba Opu, pelabuhan kesultanan Gowa ke Banjarmasin.[74] Pasca Perang Banjar-Inggris II tahun 1707, orang Tionghoa mulai menetap di Banjarmasin.[75] Valentijn melaporkan bahwa penduduk Kesultanan Banjarmasin pada tahun 1720 berjumlah sekitar 7.000 jiwa, sedangkan pada tahun 1780 menurut laporan Radermacher berjumlah sekitar 8.500 jiwa (2.000 jiwa di kota Tatas/Banjarmasin dan 100 jiwa di Kuin/Banjar) yang terdiri massa campuran orang Jawa, Makassar, Bugis dan orang Melayu dari Johor, Minangkabau dan Palembang, namun mayoritas penduduk pada masa itu adalah orang Jawa.[76]
Dewasa ini suku asli di kota ini adalah suku Banjar dan orang Berangas.
Suku bangsa di kota ini antara lain:[77]
No.↓ Suku Bangsa↓ Jumlah↓
1 Suku Banjar 417.309 jiwa
2 Suku Jawa 56.513 jiwa
3 Suku Madura 12.759 jiwa
4 Suku Bukit (Dayak Meratus) 7.836 jiwa
5 Suku Bugis 2.861 jiwa
6 Suku Sunda 2.319 jiwa
7 Suku Bakumpai 1.048 jiwa
8 Suku Mandar 105 jiwa
9 Suku-suku lainnya 26.500 jiwa
Suku-suku lainnya adalah:
Keberadaan suku-suku ini ditandai dengan adanya rumah ibadah yang berlatang belakang suku-suku tersebut.

Perguruan tinggi

Perguruan Tinggi yang ada di Kota Banjarmasin antara lain:

Media

Radio

  • RRI Banjarmasin [78]
  • Radio Jaringan Nirwana Group Banjarmasin [79]
  • Radio Abdi Persada[80]
  • Radio SmartFM[81]

Surat Kabar Harian

Televisi Lokal

Gedung TVRI Stasiun Kalimantan Selatan

Rumah Ibadah

Jumlah rumah ibadah yang ada di kota ini adalah:
  • Masjid 141 buah
  • Musholla 155 buah
  • Langgar 717 buah
  • Gereja Protestan 19 buah
  • Balai Jemaat 1 buah
  • Gereja Katolik 3 buah
  • Kapel 1 buah
  • Pura 1 buah
  • Vihara 8 buah
Rumah ibadah yang cukup terkenal di Banjarmasin, diantaranya:

Objek Wisata

Pasar Lima di Banjarmasin
Kota Banjarmasin memiliki berbagai objek wisata, baik wisata alam, wisata sejarah, maupun wisata pendidikan.
Plaza Posindo Banjarmasin

Sejarah

Pintu gerbang dengan tulisan 1606 (tahun ketika VOC pertama kali datang di Banjarmasin) dibangun untuk menyambut kedatangan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dirk Fock pada tahun 1924
Kawasan Banjarmasin awalnya sebuah perkampungan bernama "Banjarmasih" (terletak di Bagian utara Banjarmasin). Tahun 1747, VOC-Belanda memperoleh Pulau Tatas (Banjarmasin bagian Barat) selanjutnya daerah inilah yang dikenal sebagai Banjar Anyar yang menjadi pusat Banjarmasin semenjak saat itu. Sedangkan daerah Banjarmasin bagian Utara yang kemudian dinamakan Banjar Lama (Kuin) dan Banjarmasin bagian Timur masih tetap menjadi daerah pemerintahan pribumi di bawah Sultan Banjar hingga tanggal 14 Mei 1826. Tahun 1835, misionaris mulai beroperasi di Banjarmasin.[83] Tahun 1849, Banjarmasin (Pulau Tatas) menjadi ibukota Divisi Selatan dan Timur Borneo.[84] Saat itu rumah Residen terletak di Kampung Amerong berhadap-hadapan dengan Istana Sultan di Kampung Sungai Mesa yang dipisahkan oleh sungai Martapura. Pulau Tatas yang menjadi daerah hunian orang Belanda dinamakan kotta-blanda. Menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178[85], tahun 1898 kota ini merupakan Onderafdeeling Banjarmasin en Ommelanden, yang merupakan bagian dari Afdeeling Bandjermasin en Ommelanden (Banjarmasin dan daerah sekitarnya). Tahun 1918, Banjarmasin, ibukota Residentie Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo mendapat Gemeente-Raad. Pada 1 Juli 1919, Deean gemeente mulai berlaku beranggotakan 7 orang Eropa, 4 Bumiputra dan 2 Timur Asing. Tahun 1938, otonomi kota Banjarmasin ditingkatkan dengan Stads Gemeente Banjarmasin karena Banjarmasin sebagai ibukota provinsi Borneo. Tahun 1946 Banjarmasin sebagai ibukota Daerah Banjar bagian dari Republik Indonesia Serikat. Kotapradja Banjarmasin termasuk ke dalam Daerah Banjar, meskipun demikian Daerah Banjar tidak boleh mencampuri hak-hak dan kewajiban rumah-tangga Kotapradja Banjarmasin dalam daerahnya sendiri. [86]

Lagu Daerah

  1. Kampung Batuah
  2. Talambat Badatang
  3. Pangeran Suriansyah
  4. Banua Banjar

Wakil Rakyat di DPRD Banjarmasin 2009-2014

DPRD Banjarmasin terdiri atas 5 Daerah Pemilihan, yaitu:
Daerah Pemilihan Banjarmasin I (8 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
PKS Muhammad Fauzan -
PAN H.M. Faisal Hariyadi -
Golkar Matnor Ali F. -
PPP Hj. Jumiati, SH -
PDIP Suyato, SE, MM -
PBR Hj. Rinda Herliani, SE -
Demokrat M. Firmansyah -
Demokrat Sri Nurmaningsih -
Daerah Pemilihan Banjarmasin II (11 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
PKS Mathari, S.Ag. -
PAN Drs. H. Sastra H. -
PKB Yuriawati Zai Rose -
Golkar Ananda, S.Ked. -
PPP Arufah -
PDIP Hj. Mahrita, SE -
PBR Chandra Bayu -
PBR Mursyid -
Demokrat Totok Hariyanto, S.Pd. -
Demokrat Ruslan -
Demokrat Edhy Susantyo -
Daerah Pemilihan Banjarmasin III (7 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
Hanura Noval -
PKS Mushaffa Zakir, Lc -
PAN M. Dafik As'ad, SE, MM -
Golkar H. Iwan Rusmali, SH -
PBR M. Isnaini, SE -
Demokrat Bambang Yanto Permono -
Demokrat Dewi Sanjaya -
Daerah Pemilihan Banjarmasin IV (8 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
PKS Awan Subarkah, STP -
PAN Hj. Ismina Mawarni -
Golkar H. Abadi Noor Supit -
PPP Drs. Johansyah -
PDIP H. Rudi Naparin, ST -
PBR H. Zainal A. Husni -
Demokrat Abdul Gais -
Demokrat Hj. Ratna Juwita, RD -
Daerah Pemilihan Banjarmasin V (11 kursi)
Partai Politik↓ Caleg Terpilih↓ Keterangan↓
PKPB Agus Arya Sandy -
Gerindra Muhammad Fahmi -
PKS Aliansyah -
PAN H. Abdul Muis -
Golkar H.A. Rudiani, SE -
PPP Khairul Saleh, SE, MM -
PBB M. Ismail Ibrahim, SE -
PDIP Noorsiana Budiarsih -
PBR Andi Effendi, S.Pd. -
Demokrat Edy Yusuf -
Demokrat Emma Chandra H. -

Tokoh kelahiran Banjarmasin

Jarak Banjarmasin (0 km) dengan kota-kota lain

Kota-kota lainnya Darat (km)/Laut (mil) Keterangan
Pelabuhan Trisakti 4 km -
Terminal Kota 6 km -
Terminal Regional Banjar Bakula 17 km -
Bandara Syamsudinoor 26 km 30 menit
Banjarbaru[90] 35 km 45 menit
Martapura 40 km 1 jam
Cempaka (Gubernuran baru) 50 km -
Pelaihari 65 km -
Batulicin 265 km 6 jam
Kotabaru 305 km 8 jam
Rantau 113 km -
Kandangan 135 km 3 jam
Negara 165 km -
Amuntai 190 km 5 jam
Ampah 276 km 7 jam
Buntok 318 km 511 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Muara Teweh 414 km 605 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Puruk Cahu 511 km 702 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Barabai 165 km 3,5 jam
Paringin 202 km -
Tanjung 232 km -
Batas Kalsel-Kaltim (Gunung Batu Aji) 304 km 72 km dari Tanjung[91]
Penajam 480 km 135 km dari Samarinda
Balikpapan 500 km 115 km dari Samarinda
Samarinda[92] 615 km (196 mil)[93] 15 jam
Tenggarong 660 km 45 km dari Samarinda
Sendawar 992 km 377 km dari Samarinda
Bontang 760 km 110 km dari Samarinda
Tanjung Redeb 1.190 km 575 km dari Samarinda
Malinau - 1.273 km dari Samarinda
Nunukan 1.423 km 808 km dari Samarinda
Marabahan 45 km -
Jembatan Barito 16,10 km
Batas Kalsel-Kalteng (Anjir Serapat) 30,20 km 16,10 km dari Bjm + jemb 1,082 km + 12,8 km sampai Batas Kalteng
Kuala Kapuas 46 km 142 km dari Palangka Raya
Palangka Raya[94] 191 km 5 jam
Sampit[95] 418 km 227 km dari Palangka Raya
Nanga Bulik 650 km 559 km dari Palangka Raya
Batas Kalbar-Kalteng (Kudangan) 850,40 km 820,2 Km dari Batas Kalsel[96]
Nangatayap 912,90 km 62,5 km dari Batas Kalteng[97]
Balai Berkuak 1.069,79 km Nangatayap-Balai Berkuak 156,89 km
Tayan 1.150,59 km Balai Berkuak-Tayan 80,80 km
Pontianak 1.249,65 km Tayan-Teraju-Pontianak 99,06 km
Entikong 1.599,65 km 350 km dari Pontianak
Kuching 1.691,65 km Pontianak-Kuching (via Serian) 442 Km[98]
Serian 1.627,65 km Kuching-Serian 64 km[99]
Sibu 1.977,65 km Serian-Sibu 350 Km[100]
Bintulu 2.167,65 km Sibu-Bintulu 190 Km
Miri 2.357,65 km Bintulu-Miri 190 Km
Kota Kinabalu 2.767,65 km Miri-Beufoul-Kinabalu 410 Km
Sandakan 3.057,65 km Kinabalu-Sandakan 290 Km
Tawau 3.307,65 km Sandakan-Tawau 250 Km
Semarang 624 km via udara[101]
Makassar 150-200 nautical miles 25 menit waktu penerbangan dgn kecepatan rata-rata 50 nautical miles per menit.
Makkah 8.587 km[102]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar